Mesin Jahit Di Balik Sejarah (Bagian 4)

Konveksi
Mesin Jahit Portable

Mesin Jahit Di Balik Sejarah (Bagian 4) Bagaimanapun juga mesin buatan Isaac Singer menerapkan mekanisme jalinan dua benang yang dipatenkan oleh Howe. Maka Elias Howe menuntut Isaac Singer atas paten yang serupa dan berhasil memenangkan perkaranya pada tahun 1854. Sebenarnya Walter Hunt menerapkan jalinan benang dari dua sumber benang dan jarum berlubang. Namun pengadilan memutuskan paten jatuh ketangan Howe setelah Hunt membatalkan patennya.

Jika Hunt tetap mematenkan temuannya, Elias Howe dapat dikalahkan dalam perkaranya dengan Isaac Singer. Maka atas kekalahan itu, Isaac Singer harus membayar royalti paten Elias Howe. Jika saja paten yang dimiliki warga Inggris, John Fisher ditahun 1844 itu tidak hilang, maka Fischer akan terlibat juga dalam perang paten mesin jahit tersebut. Pasalnya mesin renda buatannya menerapkan mekanisme yang serupa dengan mesin Howe maupun Singer.

Keberhasilan dalam mempertahankan hak atas patennya membuat keuntungan Elias Howe melonjak tajam. Pendapatan tahunannya yang semula 300 dolar Amerika menjadi lebih dari 200.000 dolar AS per tahun untuk saat itu. Dalam kurun waktu 14 tahun (1854-1867), Howe mengumpulkan dana hingga 2 juta dolar AS atas temuannya. Ia lantas menyisihkan sebagian kekayaannya selama Perang Saudara Amerika bagi Pasukan Infantri dan sebagian lagi dia sumbangkan atas nama pribadinya.

Bagaimanapun penggalan kisah di balik temuan mesin jahit di masa lalu. Apakah itu sejarah yang cemerlang ataupun sejarah yang gelap, bagaimanapun kita kini dapat menikmati kepraktisan  yang dimiliki oleh mesih jahit. Dan mau bagaimanapun juga, mesin jahit merupakan nyawa dari kita selaku para pengusaha konveksi.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


×
Ada yg bisa dbantu?